Foto sebagai sebuah media semakin berkembang penggunaannya seiring dengan perkembangan teknologi digital. Cara penggunaan sudah semakin mudah dan praktis. Untuk mendapatkan seperangkat alat foto sudah tidak mahal lagi, bahkan harganya semakin lama cenderung semakin murah. Kita tidak perlu mencetak semua hasil foto. Cukup dipilih yang sesuai dengan apa yang dimaksud. Dengan demikian harga cetaknya dapat ditekan se minimal mungkin. Tidak hanya mencetak foto. Mencetak buku atau brosur untuk berbagai keperluan, sudah tidak perlu dengan jumlah yang banyak. Satu lembar pun jadi dan biayanya juga semakin murah. Menggunakan kertas dengan efisien, tentu secara tidak langsung akan turut serta dalam menghambat laju kerusakan hutan.
Namun, foto di kalangan LSM belum banyak dimanfaatkan secara optimal. Padahal penggunaan foto sebagai media visual, lebih menarik dan menimbulkan kesan impresi yang lebih kuat jika dibandingkan dengan tulisan. Kalaupun digunakan, itu hanya sekedar tempelan untuk mengisi kekosongan, bukan sebagai kesatuan antara tulisan dan gambar secara utuh. ACCESS bekerjasama dengan KAWANUSA mencoba Mengembangkan Media Visual Foto untuk Pendidikan Masyarakat dan kampanye bagi para fasilitator LSM dan masyarakat selama 3 bulan (Desember 2007 - Maret 2008). Loksi kegiatan di Sumba Barat, Sumba Timur, Jeneponto dan Bantaeng. Tim Fasilitator dari Kawanusa yang mendampingi selama kegiatan terdiri dari Ririn Habsari, Cecilia Tri Susetyorini, Toto Rahardjo, Yoga Atmaja dan Roem Topatimasang.
|