Tentang KawanusaDivisi KonsultanDivisi PendidikanArtikel & BeritaFestival Video KomunitasPhoto GalleryHome
Home » News » Foto untuk Pendidikan Masyarakat
Posted by Yoga on Sunday, July 13, 2008 - [4291 views]

Foto untuk Pendidikan Masyarakat

 

coverbukufoto150_01(diringkas kembali dari buku foto untuk pendidikan masyarakat oleh yoga atmaja)

Alasan utama menggunakan foto sebagai media visual untuk keperluan pendidikan masyarakat atau kampanye pembentukan pendapat umum, sebenarnya lebih pada kemampuannya merekam (mengabadikan) suatu kejadian atau keadaan sosial sebagaimana adanya. Pengalaman menunjukkan bahwa banyak dari masalah-masalah sosial tersebut –yang hampir selalu mengandung hubungan-hubungan (relasi) yang sangat rumit dengan suatu konsepsi pengertian yang niskala (abstract) untuk menjelaskannya-- lebih mudah difahami oleh warga masyarakat, khususnya di lapisan akar-rumput, jika dibantu dengan media visual seperti foto. Paling tidak, akan sangat membantu mereka untuk mendapatkan informasi atau pengetahuan awal tentang masalah tersebut, sebagai dasar untuk kemudian memulai proses-proses pemahaman bersama secara lebih mendalam, menyeluruh, dan kritis.

Ketika kita melihat satu gambar atau foto, pertanyaan pertama yang muncul di benak kita adalah: gambar atau foto itu menceritakan apa? Dengan kata lain, kita mempertanyakan 'tema' pokok dari gambar atau foto tersebut. Ini berarti bahwa unsur pertama dan terpenting yang membuat kita tertarik atau berminat melihat satu gambar atau foto adalah tema nya. Ini terutama berlaku pada gambar-gambar atau foto-foto yang digunakan sebagai media visual untuk keperluan pendidikan masyarakat dan kampanye pembentukan pendapat umum.
Meskipun semua foto yang baik adalah yang memenuhi syarat-syarat dasar baku fotografi (fokus, tidak goyang, jelas dan tajam, dan sebagainya), namun foto-foto untuk keperluan pendidikan masyarakat dan kampanye pendapat umum justru lebih mementingkan tema permasalahan yang ingin disampaikannya. Inilah yang terutama membedakannya dengan foto-foto artistik yang terutama mengandalkan kekuatan seninya (komposisi, sudut pengambilan gambar, perpaduan warna, cahaya, dan sebagainya). Atau, membedakannya dengan foto-foto jurnalistik yang terutama mengandalkan kekuatan kehangatan (aktualitas) berita atau kejadiannya.

Karena itu, hal terpenting dipikirkan ketika akan membuat foto-foto untuk keperluan pendidikan masyarakat dan kampanye pendapat umum adalah: bagaimana menemukan gagasan dan membangun tema yang kuat?

Hal pertama yang harus diingat adalah tujuan pendidikan masyarakat dan kampanye pendapat umum itu sendiri. Pendidikan masyarakat atau kampanye pendapat umum pada dasarnya bertujuan membangun pemahaman, keprihatinan dan kesadaran masyarakat luas tentang suatu persoalan atau permasalahan sosial. Karena itu, tema dari foto-foto (atau media apapun) yang digunakan untuk keperluan pendidikan masyarakat dan kampanye pendapat umum adalah tema nya yang memang menggambarkan suatu persoalan dan permasalahan sosial tertentu. Singkatnya, tema dari foto-foto tersebut memang memiliki kaitan kontekstual dengan realitas persoalan atau permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.
Secara garis-besar, kaitan kontekstual tersebut ditentukan oleh beberapa tolok-ukur utama sebagai berikut:

Tema yang ditampilkannya memang menggambarkan permasalahan yang ada dan dirasakan oleh masyarakat pada umumnya;

  • Masalah tersebut memang bersifat sangat penting dan mendesak (urgent) untuk diperhatikan oleh siapapun, termasuk oleh para pembuat kebijakan dan masyarakat luas pada umumnya.
  • Masalah tersebut memang potensial untuk dijadikan titik-awal mendesakkan terjadinya perubahan sosial, baik oleh kelompok masyarakat yang menghadapinya maupun oleh berbagai fihak lain yang berkeprihatinan terhadap permasalahan tersebut.
  • Meskipun tidak terlalu penting, namun akan jauh lebih baik jika permasalahan itu juga memang sedang hangat-hangat nya (aktual) dalam berbagai pemberitaan media massa, atau dalam perbincangan atau wacana pendapat umum yang sedang berkembang saat itu.

Semua tolok-ukur kontekstual tersebut semakin memperjelas bahwa foto-foto untuk media pendidikan rakyat dan kampanye pendapat umum adalah juga berbeda dengan 'foto-foto laporan kegiatan'. Hal ini mungkin perlu ditegaskan, karena ada kecenderungan kuat selama ini yang melihat peralatan fotografi (kamera dan lainnya) lebih sebagai 'alat pendokumentasian kegiatan'.

Harus ditegaskan bahwa salah satu ciri pokok foto-foto sebagai media pendidikan masyarakat atau kampanye pendapat umum adalah:

  • Melaporkan 'keadaan atau permasalahan tertentu di masyarakat', memotret 'kehidupan nyata masyarakat', bukan melaporkan 'kegiatan sang pemotret atau organisasinya'. Tegasnya, bukan 'foto-foto dokumentasi' atau 'foto-foto laporan kegiatan', tetapi 'foto-foto laporan keadaan atau permasalahan tertentu di masyarakat'.
  • Karena itu, foto-foto sebagai media pendidikan dan kampanye biasanya akan lebih mampu menceritakan permasalahan masyarakat jika berupa 'kumpulan atau rangkaian beberapa foto' (photo series), bukan 'foto tunggal' atau 'kumpulan foto-foto yang tidak jelas atau tidak ada kaitannya satu sama lain'.
  • Dengan demikian, foto-foto sebagai media pendidikan dan kampanye yang baik adalah yang 'memotret keadaan permasalahan masyarakat sebagaimana adanya', bukan keadaan yang direkayasa atau direkonstruksi, sehingga jelas-jelas bukan 'foto nampang' (posing).


     
     


     
     
    new photo
    SEARCH
    BERITA TERPOPULER
    Apa Itu Film Dokumenter?
    Foto untuk Pendidikan Masyarakat
    Mendorong pembuat film dokumenter anak SMA di Bali
    Memahami Video Komunitas
    Lintas Sejarah Video Komunitas
    Video Komunitas dan Video Dokumenter
    Pelatihan Pengorganisasian Masyarakat di Wakatobi
    Media Visual Foto untuk Pendidikan Masyarakat di Sumba dan Jeneponto
    Mendorong pengelolaan usaha bersama di wakatobi
    Tripikon di Raja Ampat, Papua
     
    BERITA TERBARU
     
    Membangun sistem komunikasi masyarakat
    Video komunitas Diundang Ke Malaysia
    Video komunitas Berkembang lagi ke Desa Beraban
    Mendukung The Indonesia Choir dalam Konser Interaktif Bunga Rampai Tanah Airku
    Mengembangkan Media Visual untuk Tenaga Pendidik Polisi di Papua
    Pelatihan Ekowisata di Desa Pampang, Samarinda, Kalimantan Timur
    “Dan Kawanusa Award 2008 diberikan kepada ……”
    Terpilih 15 video nominasi festival video komunitas 2 tahun 2008
    Pamer Sineas SMA 2008, MENGiNTiP BaLi
    Pemantapan video komunitas angkatan 2 di Desa Gadungan
     
    HUBUNGI KAMI
    Untuk informasi lebih lanjut silakan kirim surat/email menggunakan form ini atau email ke: kawanusa@kawanusa.co.id

    Jl Buana Kubu gang Kembang Soka No. 2 Padang Sambian, Denpasar Barat, 80117.
    Telp 0361 746 3247

    Tentang Kawanusa | Divisi Konsultan | Divisi Pendidikan | Artikel & Berita | Festival Video Komunitas | Photo Gallery | Home | Links | Site Map
    Copyright © 2008 by Kawanusa. All rights reserved. Designed by simple multimedia