Tentang KawanusaDivisi KonsultanDivisi PendidikanArtikel & BeritaFestival Video KomunitasPhoto GalleryHome
Home » News » Pelatihan Ekowisata di Desa Pampang, Samarinda, Kalimantan Timur
Posted by Yoga on Saturday, January 31, 2009 - [2013 views]

Pelatihan Ekowisata di Desa Pampang, Samarinda, Kalimantan Timur

 

pampangPampang adalah sebuah wilayah yang didiami oleh komunitas Dayak Kenyah sejak tahun 1970. Mereka datang ke wilayah tersebut secara bergelombang dan berkelompok dari daerah hulu Sungai Mahakam. Lokasi Pampang sangat dekat dengan Ibukota propinsi Kalimantan Timur yakni Samarinda, hanya sekitar 20 km atau 45 menit dengan kendaraan bermotor. Penduduknya berjumlah lebih kurang 300 KK, mayoritas beragama Kristen Protestan. Meskipun sering disebut dengan desa, namun Pampang belum diakui sebagai desa yang definitif dan hal ini sering membingungkan masyarakat. Padahal di beberapa tempat pemerintah telah memasang papan petunjuk dan informasi tentang Desa Budaya Pampang.

Melihat kekhasan komunitas Dayak Kenyah dan akses yang mudah dan cepat untuk menuju Pampang, wilayah ini kemudian mulai tumbuh dan berkembang sebagai daerah tujuan wisata. Pada tanggal 19 Juni 1991, H.M. Ardans, Gubernur Propinsi Kaltim saat itu mencetuskan Pampang sebagai obyek wisata budaya Pampang yang dikoordinasikan langsung di bawah Dinas Pariwisata Tingkat II Kotamadya Samarinda. Sebagai obyek wisata, wilayah ini sering dikunjungi oleh wisatawan utamanya pada hari Minggu. Tidak kurang dari 50 – 100 wisatawan mengunjungi pada hari Minggu. Para wisatawan ini menonton tari-tarian pada jam 14.00 – 15.00. Harga tiket untuk kendaraan Rp 5.000 dan tiap pengunjung dikenakan tarif Rp 2.000. Pertunjukan dilaksanakan di Bangunan Lamin adat yang terletak tepat di tengah Pampang. Lamin adat ini merupakan daya tarik utama kunjungan wisata yang ada di desa ini. Bangunannya sangat megah, banyak orang terkagum-kagum terlebih ketika melihat dindingnya yang penuh dengan ukir-ukiran.

Pengelola obyek wisata di Pampang, sampai saat ini belum ada. Kegiatan yang selama ini ada dilakukan oleh pengurus kesenian desa taman budaya Pampang. Pengelolaan keuangan masih sangat sederhana, mereka mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran setiap bulan dan pelaporan kepada masyarakat dengan cara menempel laporan keuangan tersebut di ruang persiapan penari yang terletak di lamin adat.

Masyarakat mengetahui bahwa pariwisata yang ada perlu dikembangkan. Namun mereka selalu kebingungan darimana hendak memulai dan memperbaiki menjadi lebih baik dan terencana. Pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata sebetulnya telah beberapa kali memberikan respon, misalnya sosialisasi tentang sadar wisata, mengajak penari dan pemusik untuk terlibat dalam berbagai event kesenian, namun respon tersebut tidak menjawab persoalan sebenarnya yang dihadapi oleh masyarakat dan harapan mereka ke arah pengembangan dan pengelolaan kepariwisataan.

Sebagai bentuk  kepedulian terhadap masyarakat setempat, Total E&P Indonesie, bermaksud untuk mengembangkan  ekowisata Desa Budaya Pampang tersebut, sehingga dapat meningkatkan kemampuan kemandirian masyarakat setempat dalam mengelola ekowisata di desanya. Untuk mencapai tujuan tersebut, Total E&P Indonesie bekerjasama dengan Kawanusa melakukan penelitian, pengkajian, pelatihan, memberikan saran, dan rekomendasi tentang sumber daya alam dan sumber daya manusia berpotensi untuk dapat dikembangkan di Desa Budaya Pampang tersebut.

Kegiatan awal untuk mengembangkan ekowisata di Pampang adalah pelatihan untuk meningkatkan kemampuan profesional masyarakat setempat dalam rangka pengelolaan ekowisata di desanya, di samping itu bertujuan pula untuk memperkuat organisasi masyarakat yang ada dan memperkenalkan strategi pemasaran ekowisata mandiri kepada masyarakat desa.

Pelatihan selama 1 minggu Tanggal 8-17 Desember 2008, tentu saja baru merupakan perkenalan awal kepada masyarakat. masih perlu untuk ditindaklanjuti dengan proses pendampingan yang intensif, guna mewujudkan pengembangan ekowisata yang berbasis masyarakat dan lingkungan di desa pampang, samarinda, kalimantan timur. 



     
     


     
     
    new photo
    SEARCH
    BERITA TERPOPULER
    Apa Itu Film Dokumenter?
    Foto untuk Pendidikan Masyarakat
    Mendorong pembuat film dokumenter anak SMA di Bali
    Memahami Video Komunitas
    Lintas Sejarah Video Komunitas
    Video Komunitas dan Video Dokumenter
    Pelatihan Pengorganisasian Masyarakat di Wakatobi
    Media Visual Foto untuk Pendidikan Masyarakat di Sumba dan Jeneponto
    Mendorong pengelolaan usaha bersama di wakatobi
    Tripikon di Raja Ampat, Papua
     
    BERITA TERBARU
     
    Membangun sistem komunikasi masyarakat
    Video komunitas Diundang Ke Malaysia
    Video komunitas Berkembang lagi ke Desa Beraban
    Mendukung The Indonesia Choir dalam Konser Interaktif Bunga Rampai Tanah Airku
    Mengembangkan Media Visual untuk Tenaga Pendidik Polisi di Papua
    Pelatihan Ekowisata di Desa Pampang, Samarinda, Kalimantan Timur
    “Dan Kawanusa Award 2008 diberikan kepada ……”
    Terpilih 15 video nominasi festival video komunitas 2 tahun 2008
    Pamer Sineas SMA 2008, MENGiNTiP BaLi
    Pemantapan video komunitas angkatan 2 di Desa Gadungan
     
    HUBUNGI KAMI
    Untuk informasi lebih lanjut silakan kirim surat/email menggunakan form ini atau email ke: kawanusa@kawanusa.co.id

    Jl Buana Kubu gang Kembang Soka No. 2 Padang Sambian, Denpasar Barat, 80117.
    Telp 0361 746 3247

    Tentang Kawanusa | Divisi Konsultan | Divisi Pendidikan | Artikel & Berita | Festival Video Komunitas | Photo Gallery | Home | Links | Site Map
    Copyright © 2008 by Kawanusa. All rights reserved. Designed by simple multimedia