Tanggal 26 Februari - 1 Maret 2007, LPK Kawanusa meluncurkan program Video Komunitas/ Partisipatoris di Banjar Piling, Desa Mengesta Kabupaten Tabanan Bali. Program ini dikembangkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menggunakan media populer dalam melakukan revitalisasi sistem pertukaran informasi dan pengetahuan (pendidikan) lintas generasi masyarakat banjar, yang sudah menjadi akar tradisi masyarakat di banjar, dengan menggunakan media utama video. Program ini dikembangkan di 4 desa, yaitu desa Kelating dan Tibubiyu di kecamatan Kerambitan dan desa Mengesta dan Senganan di kecamatan Penebel, yang semuanya di kabupaten Tabanan, Bali. Wilayah Kabupaten Tabanan merupakan lumbung beras, tetapi sudah sejak tahun 1984 tidak pernah lagi mencapai swa sembada pangan. Pemilihan masyarakat pendesaan mempunyai alasan unik. Karena sesungguhnya masyarakat pedesaan mempunyai pengetahuan lokal dan sistem kontrol yang kuat tetapi mulai ditinggalkan karena dampak informasi media yang negatif. Masyarakat menjadi asing terhadap wilayahnya sendiri dan pengetahuan lokal yang telah dimilikidan media berpengaruh besar telah mengantarkan mereka pada dunia yang imajiner. Peluncuran program dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan Bali, yang di dalam sambutannya mengharapkan bahwa program ini tidak hanya dilakukan di 4 desa, tetapi secara bertahap dapat disebarkan ke desa lain. dengan demikian proses pendidikan di tingkat banjar yang berhubungan dengan kehidupan terus dapat direvitalisasikan. salah satunya adalah menggunakan media video. Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan juga mengharapkan LPK Kawanusa mulai mengembangkan melalui pendidikan formal. Peserta didik program ini berjumlah 25 orang dan akan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan selama satu tahun.
|