Lembaga Pengembangan Sumber Daya Komunitas (LPK) Kawanusa adalah lembaga pendidikan dan riset yang memfokuskan diri pada bidang pengembangan media populer. Kegiatan-kegiatan pengembangan yang dilakukan dibangun melalui penyelenggaraan pendidikan dan riset partisipatoris yang tidak terbatas pada bidang media populer tetapi juga pengembangan database untuk mengumpulkan hasil-hasil pengalaman, pengetahuan. LPK Kawanusa lahir ditengah gempuran media global melalui perkembangan teknologi yang semakin pesat akhir-akhir ini. Berkembangnya teknologi informasi semakin membuka peluang media dan informasi hadir dengan cepat di tengah-tengah masyarakat. Semakin beragamnya media informasi menyebabkan semakin mudahnya informasi dijangkau atau diakses oleh masyarakat. Tak pelak lagi, pesatnya pertumbuhan ini menyebabkan arus berbagai informasi semakin deras membanjir. Dalam beberapa hal, keterjangkauan (akses) informasi menjadi semakin terbuka. Akan tetapi, sering terjadi penyimpangan atau anomali, dimana semakin banyak informasi yang menyerbu, tetapi masyarakat justru semakin sulit – atau bahkan tidak mendapatkan informasi yang mereka butuhkan. Proses penerimaan pesan (decoding) tidak terjadi dengan baik. Ini berarti informasi yang diberikan hanya ditangkap untuk kemudian berlalu tanpa menempel pada ingatan. Di dalam banyak persitiwa, penerima pesan (audience) justru sering mengetahui/ menerima informasi atau kejadian yang jauh darinya, sedangkan peristiwa yang dekat dan terjadi di sekitarnya sama sekali tidak diketahui. Kenyataan ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi informasi belum menyentuh pada aspek kontrol media di masyarakat. Ditengah situasi seperti ini, LPK Kawanusa hadir sebagai lembaga pendidikan dan riset media populer. Populer bukan berarti tersohor. Sebetulnya populer berasal dari kata populi (Latin) yang berarti rakyat. Populer berarti segala sesuatu yang merakyat, segala sesuatu yang dekat masyarakat, bersentuhan dengan masyarakat sendiri, milik masyarakat, digunakan oleh masyarakat bahkan pemanfaatannya dikembangkan oleh masyarakat itu sendiri. Sehingga media populer adalah alat atau instrumen yang digunakan dalam membantu proses pembelajaran, atau lebih jauh lagi mengembangkan komunikasi antar manusia untuk keluar dari sebuah sistem dan struktur yang mengakibatkan proses dehumanisasi. Semangat inilah yang dihadirkan dalam LPK Kawanusa dengan terus menerus mentransformasikan gagasan, pengetahuan, dan ketrampilan pengembangan media secara berkeadilan sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat sendiri. Dengan mentransformasikan gagasan, pengetahuan, dan ketrampilan dalam mengembangkan media, LPK Kawanusa bermaksud mendorong tumbuhnya masyarakat sebagai perancang, pencipta, pembuat, dan penentu makna pesan yang ingin disampaikan kepada mereka sendiri maupun ke luar.
|