Komite nominasi bertugas untuk memeriksa seluruh kelengkapan administrasi peserta dan menyeleksi awal seluruh kriteria video komunitas yang diterima panitia, mereka adalah.
- Roem Topatimasang (Aktivis pendidikan masyarakat)
Bapak video komunitas, guru sukarela Sekolah Rakyat di Kepulauan Kei, Maluku Tenggara, yang merintis media populer pertama di Indonesia pada akhir 1980an. Sejak drop-out dari IKIP Bandung tahun 1980, menghabiskan seluruh waktunya sebagai relawan di berbagai organisasi non pemerintah, organisasi masyarakat lokal, lembaga penelitian, pondok pesantren, dan lembaga pelayanan gereja di Jakarta dan daerah pedesaan Jawa Tengah (1982-1986); di Timor, Papua, Maluku, Sarawak, Semenanjung Malaysia, Vietnam bagian selatan, dan pedalaman Cambodia (1986-1998). Kini mukim di Jogyakarta sebagai Dewan Pengurus INSIST
- M. Abduh Aziz (Produser dan Dosen IKJ)
Banyak aktif sebagai praktisi film: sebagai manajer produksi; produser dan penulis naskah di beberapa film cerita dan dokumenter, serta produk audio visual lainnya. Sampai sekarang masih mengajar di Fakultas Film & Televisi, Institut Kesenian Jakarta (IKJ) untuk mata-kuliah Dokumenter. Kini menjabat sebagai Ketua Bidang Program, Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) masa -bakti 2006-2009. Beberapa film, dokumenter yang pernah terlibat: Daun di atas bantal (manajer produksi), Aku ingin menciummu sekali saja (produser eksekutif), serial dokumenter pustaka anak bangsa (produser eksekutif), dll.
- IB Yoga Atmaja (Direktur Kawanusa)
Sekarang menjabat sebagai Direktur Kawanusa. Selama lebih dari 15 tahun melakukan perannya sebagai fasilitator program pendidikan kerakyatan di Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Kalimantan, Maluku dan Papua. Mulai aktif memproduksi dan menggunakan berbagai media foto, video sejak delapan tahun yang lalu untuk kepentingan media pendidikan dan pengorganisasian masyarakat. Dewan Juri, untuk selanjutnya akan menilai karya video yang lolos seleksi tahap awal dari komite nominasi. Mereka adalah:
- Riri Reza (Sutradara)
Pria multi talented ini muncul pertama kali sebagai sutradara melalui film Kuldesak tahun 1998. Kemudian diikuti dengan film lain seperti Petualang Sherina, Eliana-Eliana, Gie, 3 hari untuk selamanya. Dan film terakhir tentu saja adalah Laskar Pelangi.
Tamatan IKJ dan salah satu sekolah skenario di Inggris untuk masternya, adalah seorang yang sangat produktif dalam membuat film, Terus mencari untuk menjadi lebih baik menjadi ciri khasnya. Tak heran banyak penghargaan film telah diraih untuk berbagai kategori.
- Mira Lesmana (Produser film)
Produser berbagai film sukses dan bermutu seperti: Ada Apa Dengan Cinta, Petualang Sherina, Laskar Pelangi, dan lainnya. Dosen Fakultas Film dan Televisi IKJ ini mendirikan rumah produksi Miles Productions (MP) pada 1996. Ia menghasilkan karya perdana, dokudrama Anak Seribu Pulau – program televisi 14 episode pada 1997. Meski ia pernah menyutradarai, kiprahnya sebagai produserlah yang lebih menonjol.
- Ahmad Mahmudi (Aktivis pengorganisasian rakyat)
Alumnus Fakultas hukum di UNS Solo tahun 1987 merupakan aktivis pengorganisasian masyarakat yang mengawali kerja sosialnya dengan melakukan grounded research pada tahun 1985. Dalam mengorganisir juga tidak lepas dari media, yang dikenalnya sejak mengikuti pendidikan multi media tahun 1988 di Jayagiri Training Center-Bandung. Selanjutnya banyak mengembangkan program-program pemberdayaan, pendidikan populer dan pengembangan masyarakat melalui Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan di hampir seluruh wilayah Indonesia. Sekarang menjabat sebagai direktur INSIST (Indonesian Society for Social Transformation)
|