| Latar Belakang Pengembangan video komunitas adalah program yang dikembangkan oleh LPK Kawanusa untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menggunakan media populer. Program yang dilakukan dengan pendekatan partisipatoris ini baru memasuki fase inisiasi awal melakukan revitalisasi sistem pertukaran informasi dan pengetahuan (pendidikan) lintas generasi masyarakat banjar, yang sudah menjadi akar tradisi masyarakat di banjar, dengan menggunakan media utama video. Program ini diperuntukkan bagi peningkatan kapasitas masyarakat di pedesaan yang paling banyak terhempas pemberitaan media. Pendidikan video partisipatoris ini adalah salah satu dari sekian cara untuk mengantisipasi gempuran arus informasi yang berdampak negatif bagi masyarakat. Melalui proses pembuatan video ini, masyarakat bersama-sama belajar untuk mengenali kembali wilayahnya, mencoba untuk menggali lagi dan menguatkan pengetahuan lokal yang selama ini ditinggalkan. Selanjutnya diharapkan mampu mengembangkan sebuah sistem informasi, dengan media video. Video komunitas LPK Kawanusa saat ini dikembangkan di 4 desa, yaitu desa Kelating dan Tibubiyu di kecamatan Kerambitan dan desa Mengesta dan Senganan di kecamatan Penebel, yang semuanya di kabupaten Tabanan, Bali. Pemilihan masyarakat pendesaan mempunyai alasan unik. Karena sesungguhnya masyarakat pedesaan mempunyai pengetahuan lokal dan sistem kontrol yang kuat tetapi mulai ditinggalkan karena dampak informasi media yang negatif. Namun masyarakat menjadi asing terhadap wilayahnya sendiri dan pengetahuan lokal yang telah dimiliki karena media telah mengantarkan mereka pada dunia yang imajiner. Lokasi Masing-Masing Desa Desa Senganan Desa Mengesta Desa Tibubiu Desa Kelating Tujuan - Meningkatkan kapasitas masyarakat untuk mampu mengelola media partisipatoris dalam penguatan pengetahuan lokal.
- Mengembangkan kelembagaan pendidikan media dalam mendukung pengembangan pendidikan rakyat secara partisipatif.
Kegiatan Beberapa kegiatan untuk mencapai tujuan tersebut meliputi: - Penjajagan awal
- Penyiapan kurikulum belajar
- Training video partisipatoris
- Produksi video partisipatoris
- Training fasilitator
- Pemutaran video keliling
- Penyiapan sarana dan prasarana
- Penyiapan data dan informasi media populer
Penerima Manfaat Program Penerima manfaat program dibagi menjadi 2 yakni penerima manfaat langsung dan penerima manfaat tidak langsung: - Penerima manfaat langsung adalah masyarakat disekitar tempat pembuatan film karena akan ada pemutaran film keliling yang dilakukan setiap tahunnya. Dengan 9 judul film, pertunjukan tiap tempat akan berlangsung selama 2 hari dan diharapkan ditonton oleh 300 orang untuk setiap hari di satu desa. Untuk 3 desa, maka film produksi ini akan dilihat oleh sedikitnya 1.800 masyarakat. Dengan kata lain 1.800 orang akan saling berbagi diantara mereka.
- Penerima manfaat tidak langsung adalah Warga masyarakat Bali lain dan masyarakat lainnya di Indonesia yang akan mendapat manfaat tidak langsung dari distribusi film melalui jalur pemasaran alternatif serta penggunaan materi panduan pengembangan video komunitas.
Hasil yang sudah dicapaiLaporan lengkap Tahun 1
|